Kembali ke Home
Pop Culture

Fenomena Fancam Politik: Ketika Stan Culture Masuk ke Dunia Politik Indonesia

Gen Z mengubah cara kampanye politik dengan budaya fancam dan fan edit yang viral di TikTok. Ini bukan lagi soal visi-misi, tapi estetika dan viralitas.

Admin Noise Talks3 jam lalu7 min
Fenomena Fancam Politik: Ketika Stan Culture Masuk ke Dunia Politik Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena fancam yang awalnya hanya dikenal di kalangan penggemar K-Pop mulai merambah ke dunia politik Indonesia. Gen Z, yang tumbuh dengan budaya stan di media sosial, kini mengaplikasikan strategi serupa untuk mendukung calon pemimpin favorit mereka.

Video-video pendek berisi potongan pidato, momen candid, hingga edit glamor para politisi bertebaran di TikTok dan Twitter. Lengkap dengan backsound lagu-lagu trending dan efek visual khas fan edit.

Dari Concert ke Kampanye

Yang menarik, teknik-teknik yang awalnya digunakan fans K-Pop untuk mempromosikan idol mereka — seperti voting terorganisir, hashtag party, dan mass streaming — kini diadaptasi untuk kepentingan politik.

"Kami terbiasa mengorganisir fan project untuk bias kami. Ketika ada figur politik yang kami dukung, secara natural kami menggunakan skill yang sama," ujar seorang pengguna Twitter yang aktif membuat fancam politik.

Dampak pada Demokrasi Digital

Fenomena ini menimbulkan perdebatan. Di satu sisi, ini meningkatkan partisipasi politik anak muda. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa politik menjadi terlalu ter-"superficial" — lebih tentang estetika dibanding substansi.

Para pengamat politik menyoroti bahwa tren ini mencerminkan pergeseran besar dalam cara generasi muda mengonsumsi dan berpartisipasi dalam politik. Bukan lewat debat formal, tapi lewat konten yang shareable dan entertaining.

Kategori

Pop Culture